“Biarkan
waktu berlalu dengan segala suka dukanya, lapangkan jiwa dalam menghadapi
keputusan Tuhan. Janganlah bersedih karena kejadian yang menyakitkan, sebab
segala peristiwa di dunia tidak ada yang kekal. Dan jadilah dirimu manusia yang
kebal terhadap cobaan dan ancaman, namun sikap perilakumu tetap pemaaf dan
setia“ (Imam Syafi’I (w: 204 H) )
Senin, 18 Februari 2013
Sabtu, 19 Januari 2013
Rabu, 02 Januari 2013
Renungan
Tiada ketentraman bagimu kecuali dengan meninggalkan dirimu sendiri dan menghadap kepada Ku, karena adalah kewajibanmu untuk memuliakan atas namaku bukan atas namamu sendiri, letakkanlah kepercayaanmu pada diri Ku bukan pada dirimu sendiri , karena Aku Ingin agar aku dicintai di atas segala-galanya (Sabda Suci)
MEMAHAMI MAJNUN BILLAH
“Majnunun
bil LLAH”. Bukan berarti meninggalkan amal syari’at. Syari’at dan ma’rifat
adalah satu, seiring sejalan, bukan hal yang terpisah. Sesungguhnya yang hilang
adalah ketergantungan dengan syari’at.
Misal: “ Perilaku berjalan di sebelah kiri, adalah aturan lalu lintas di
Indonesia “. Ketika orang masih menghitung “bahwa ia berjalan di sebelah kiri
adalah sebuah aturan dan ia melaksanakan itu karena aturan, maka berjalannya
orang itu di sebelah kiri “ masih bergantung pada aturan (syari’at).
Namun
bagi orang yang telah sampai pada hakekat (untuk contoh di atas) “ bahwa ia
berjalan di sebelah kiri tanpa sadar dan bukan semata-mata melaksanakan aturan,
bahkan ia lupa bahwa itu adalah aturan, namun senyatanya ia berjalan pada
posisi yang tepat.Wallahu a'lam bi shawab.
Langganan:
Postingan (Atom)